Beranda » Auto JM Understeel, Spesialis “Pijat” Kaki-Kaki Mobil

Auto JM Understeel, Spesialis “Pijat” Kaki-Kaki Mobil

Pekerja Auto JM Understeel sedang melakukan pekerjaannya (sumber: dok pribadi)

Pekerja Auto JM Understeel sedang melakukan pekerjaannya (sumber: dok pribadi)

Ekomikro.com – Jika mobil Anda ingin selalu tampil prima, tentu saja semua sektor mayor wajib mendapatkan perawatan secara rutin. Tak hanya mesin, sektor kaki-kaki tak kalah penting untuk diperhatikan demi menunjang kenyamanan dan kestabilan selama berkendara. Nah, beberapa hari lalu tim Ekomikro menyambangi Bengkel Auto JM Understeel — spesialis ‘pijat’ kaki-kaki yang berada di Jl. Raya Karangpandan No.45, Karangpandan, Kec. Pakisaji, Malang, Jawa Timur 65162, Indonesia. 

Meskipun sedikit molor dari jam yang kami janjikan, akhirnya kami berhasil menemui sang pemilik yang akrab dengan sapaan Herman. Sesuai jurusannya, bengkel ini ahli dalam memperbaiki kaki-kaki segala jenis mobil mulai dari spooring, sokbreker, per, chamber roda, tierod, long tierod, ball joint, drag link, swing arm, dan sejenisnya tetapi yang bikin spesial dari bengkel kaki-kaki lainnya adalah urusan mobil ceper. Iya, Auto JM Understeel melayani modifikasi kaki-kaki mobil ceper baik statik, stance maupun air suspension. 

“Dulu basisnya belajar otodidak perbaikan kaki-kaki mobil umum dan awalnya masih ikut orang, tahun 2006 saya buka bengkel ini,” sambut Herman.

“Kenapa akhirnya jadi bengkel mobil ceperan karena tren ini nggak pernah mati, mungkin awalnya saya cuma nyoba, keseringan jadi keterusa Saya sendiri juga pengen bengkel ini maju, kalau memang bisa buat tambahan kenapa nggak,” sautnya.

Seiring waktu, Ia pun mulai melebarkan sayap dengan mengerjakan radius fender yang ia lakoni sejak lima tahun silam. Memotong radius fender dan pintu menjadi hal lazim pada mobil stance untuk mendapatkan ground clearance yang ideal.

“Motong fender pun harus presisi biar jalannya nyaman, dilihat juga lebih enak,” imbuh Herman. Pada dasarnya, segala hal seputar kaki-kaki bisa dikerjakan sesuai keinginan konsumen.

Sementara bengkel lain mengandalkan suspension kit aftermarket untuk mendapatkan efek ‘low’, bengkel ini lebih mengutamakan skill karena semuanya tergarap secara kustom oleh tangan-tangan berpengalaman. Ini sama sekali bukan soal teknologi tetapi lebih kepada memutar otak demi mewujudkan mobil ‘down to earth’. Yaps, semua proses kustom dikerjakan secara manual mulai dari potong per, sokbreker hingga menata ruang dibalik fender.

Ia menambahkan bahwa proses pengerjaan mobil bergaya statik relatif cepat, “Paling cuma ganti per, kustom sokbreker dan tergantung kebutuhannya, buat harian, mobil keluarga atau apa, baru bisa tahu pendeknya seberapa.”

Sedangkan pengerjaan stance bisa memakan waktu hingga dua bulan lamanya, lantaran bukan semata kustom kaki-kaki.

“Yang jelas lebih kompleks ya, harus menata ruang buat roda, chamber kit, motong radius fender dan pintu, belum lagi kalau pakai airsus. Kalau semuanya sudah terpasang baru test drive, jalannya udah enak belum kurangnya dimana. Finishing paling cuma ngecat,” jelas Herman.

Prestasi Kontes Auto JM Understeel

Ubahan kaki-kaki mobil stance pun tak sekedar ‘plug & play’ pada semua merek mobil, dalam artian tiap jenis maupun pabrikan memiliki formula yang berbeda.

“Pertama tergantung jenis mobilnya, terus mau pakai velg ukuran berapa dulu baru bisa hitung kemiringannya seberapa, potong per dan sokbrekernya seberapa, dan sebagainya,” tegas Herman.

Siapa bilang mobil stance nggak bisa diajak jalan jauh atau road trip ke luar kota, hal ini ditegaskan oleh Herman, “Kalau kaki-kaki udah mapan, artinya pemasangannya rapat, rigid, presisi, pakai pelek yang sesuai harusnya nggak masalah buat jalan jauh, ngebut juga aman. Hehehe.”

Saat ditanya soal prestasi kontes, Ia menjawab dengan senyuman, wah tampaknya sudah tak terhitung lagi jumlahnya — piala yang terpajang di sudut ruang mungkin hanya sebagian saja. Tetapi yang jelas Ia punya pengalaman yang tak terlupakan sepanjang hidupnya, yaitu salah satu karyanya dipamerkan di salah satu ajang motor show di Jepang pada tahun 2017.

Salah satu mobil milik Herman (sumber: dok pribadi)

“Saya agak lupa, kalau nggak salah Osaka Motor Show. Waktu itu saya diajak sama kustomer, mobilnya Mercedes Benz W212 bergaya ekstrim — interior, cat semua kustom total, dan kebetulan yang mengerjakan kaki-kakinya saya,” tutur Herman.

Selama berkarir Ia pun mengaku puas jika mobil stance garapannya tampil ideal.

“Bisa bikin fitment mobil yang bisa dipakai jalan jauh itu menjadi kepuasan tersendiri buat saya. Walaupun sekencang apapun dengan kondisi ceper dan roda miring tapi tetap stabil, intinya layak jalan untuk dipakai kemana-mana,” tutup Herman.

Konsumen penggila stance yang berdatangan tak melulu dari Malang, termasuk Jogja, Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Soal biaya jasa bongkar untuk servis kaki-kaki sebut saja mulai dari seratus ribuan, sementara kustom stance seharga 25 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *