Beranda » Mendulang Untung dari Pekatnya Kuah Rawon Khas Jawa Timur

Mendulang Untung dari Pekatnya Kuah Rawon Khas Jawa Timur

Satu porsi rawon di warung barokah milik Suliati

Satu porsi rawon di warung barokah milik Suliati

Ekomikro.com– Kuliner bisa menjadi salah satu kekayaan budaya daerah. Keunikan rasa yang beragam di setiap daerah menciptakan bermacam kebudayaan. Melestarikan resep masakan daerah biasanya turun dari generasi ke generasi. Provinsi Jawa Timur contohnya yang lekat dengan kuliner bercita rasa asin dan pedas. 

Masakan khas Jawa Timur yang sudah akrab di lidah masyarakat salah satunya adalah rawon. Masakan ini sangat populer dan sudah ada sejak zaman Hindia Belanda. Makanan berkuah dengan rasa rempah asli Indonesia sudah banyak yang populer di masyarakat.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh kritikus restoran dan 63.402 pembaca TasteAtlas, rawon mendapat predikat makanan paling lezat di Asia.  Makanan berkuah ini menjadi salah satu makanan sup khas Indonesia yang masuk dalam kategori sup terbaik dan paling enak seluruh Asia.

Ciri khas rawon yang menggunakan rempah biji keluak menghasilkan kuah berwarna hitam. Aroma khas hasil rebusan juga menambah kelezatan masakan ini. Bermacam rempah yang bercampur dalam kuah rawon dimasak jadi satu dengan daging sapi. Biasa tersaji dengan pelengkap taoge, sambal, bawang goreng, tempe dan kerupuk. 

Usaha Kuliner Rawon

Salah satu usaha warung makan yang menyajikan masakan enak khas Jawa Timur ini adalah warung barokah. Berlokasi di Jln. Raya Jatikerto RT 10 RW 1, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang warung barokah menyajikan rawon yang lezat. Berdiri sejak tahun 2015, UMKM kuliner yang berdiri berkat prakarsa Suliati ini selalu ramai pengunjung. 

Warung yang buka setiap hari mulai jam 05.00 pagi sampai jam 18.00 sore WIB. Selain menjadi pilihan untuk sarapan, sajian nikmat ini juga cocok menjadi santapan saat makan siang. Pengunjung bisa menikmati sup daging kuah hitam langsung di tempat maupun dibawa pulang. 

“Biasanya ramai pengunjung waktu pagi untuk sarapan,” jelas Suliati.

Pengunjung akan merasakan rawon bercita rasa asli Jawa Timur dan tersaji selalu dalam keadaan hangat. Seporsi menu ini lengkap dibanderol dengan harga Rp12.000. Selain nasi rawon sebagai menu utama, warung barokah juga menyediakan lontong sayur dan nasi pecel. 

“Rasanya enak, harganya murah, cocok untuk sarapan pagi,” ungkap Rifki salah satu pengunjung. 

Pemilik warung juga menjelaskan kendala dalam bisnisnya karena jangkauan konsumen yang kurang luas. Informasi terkait promosi warung masih kurang karena belum merambah ke media online. Harapannya bisnis ini dapat lebih berkembang dan semakin ramai banyak orang. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *