Beranda » Wisata Kuliner Pedas , Mie Linolium UMKM yang Harus Di Coba

Wisata Kuliner Pedas , Mie Linolium UMKM yang Harus Di Coba

Olahan mi pedas

Ekomikro – Mie linolium adalah salah satu wisata kuliner pedas dan UMKM milik Warga di Kabupaten Blitar, yaitu Ikhwan. Makanan tersebut berada di Jl. Ronggowuni No 12, Wlingi. Mie linolium menjual kepedasan sesuai dengan selera pembeli. Warung ini menyediakan beberapa tingkatan level untuk kepedasanya dengan varian original dan campuran kecap. Menggunakan konsep tempat yang memiliki desain mirip dengan cafe menambah kenyamanan para pembeli. Warung yang berdiri sejak Juni 2022 ini selalu berfokus pada kebutuhan yang pembeli inginkan.

Wisata kuliner pedas seperti mie linolium ini masih jarang ada di daerah Wlingi, Kabupaten Blitar. Mie linolium ini memiliki ciri khas tersendiri yang bisa membuat pembeli ketagihan. Keistimewaannya memiliki tekstur mi yang kenyal, bumbu gurih serta manis dari kecap yang menyatu. Warung  ini selain menyediakan varian pedas tapi juga bisa menyediakan layanan khusus yang tidak suka pedas. Biasanya pembeli yang tidak suka pedas bisa langsung request mi tanpa sambal.

“Yang membedakan mie linolium dengan mi lainnya itu yang pertama pasti rasa karena kalau rasa itu kan setiap warung ada ciri khas sendiri yang kedua tempat dan konsepnya, yang terakhir itu tekstur mi kita berbeda dengan mi lainnya,” kata Ikhwan.

Kepedasan mie linolium mulai dari level satu sampai level lima. Ikhwan juga selalu menerima permintaan pembeli semisal level lima masih kurang pedas. Pembeli bisa meminta tambahan level, tetapi harganya juga bertambah. Mie linolium memiliki dua varian rasa yaitu mi linolium dan mi lino. Mie linolium itu adalah mi yang dicampur dengan kecap sehingga manis dan gurih menyatu. Sedangkan mie lino tanpa menggunakan kecap. Biasanya mi tersebut untuk pembeli yang memang hanya suka dengan rasa gurih dan sedap bumbu mi tersebut.

Pembeli juga tidak perlu bingung ketika merasa kepedasan. Di sana juga menjual beberapa minuman dingin maupun minuman hangat, seperti es milo, es jeruk, es teh, kopi, dan masih banyak lagi. Minuman ini bisa menemani pembeli setelah memakan mie linolium dengan suasana seperti cafe menjadi penambah daya tarik pembeli.

“Untuk minuman kami itu standar mas gak ada yang khusus karena kami disini lebih fokus pada cita rasa mie linolium karena kan di Wlingi sendiri masih jarang yang menjual mie seperti ini jadi kita fokus mengembangkan cita rasa mie kami,” ujar Ikhwan.

Tempat Kuliner Pedas

Konsep tempat pada mie linolium ini adalah cafe teras rumahan. Dengan perpaduan lampu kuning dan alunan musik menambah suasana warung semakin indah. Karena pemilik usaha merupakan anak band, dindingnya penuh dengan hiasan stiker yang berhubungan dengan dunia musik. Bahkan di sana juga tersedia gitar untuk para pembeli. Mereka bisa memetik senar gitar dan bernyanyi sambil menikmati sedapnya kuliner pedas ini.

Untuk pembeli yang lapar tapi malas bergerak dan keluar rumah mie linolium menyediakan platform order secara online. Jadi pembeli tidak usah khawatir kelaparan, kalian bisa membeli lewat direct message Instagram ataupun chat whatsapp. Dengan adanya kemajuan teknologi Ikhwan berfikir mengusahakan melayani pembeli walaupun dari kejauhan. Bagi Ikhwan, kebutuhan pembeli itu adalah kewajiban bagi dia yang harus dipenuhi. Dengan menyesuaikan kebutuhan pembeli Ikhwan bisa berkembang dalam memajukan usaha dia.

 “Untuk marketing saya itu lewat facebook, whatsapp dan instagram untuk order juga bisa lewat situ dan lewat grab serta go food jadi itu mas kami kerjasama dengan grab dan go food untuk pemesanan,” kata Ikhwan.

Harga mie linolium cukup bervariasi. Level satu sampai tiga dibanderol dengan harga Rp10.000. Untuk diatas level tiga itu dibanderol dengan harga Rp 12.000. Sedangkan untuk minuman mulai dari Rp5.000 sampai Rp7.000. Dengan uang Rp 20.000 kalian sudah bisa merasakan dan menikmati pedasnya mie linolium, serta dinginya milo dan suasana warung. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *